Segarkan: Bawang Putih (data + berita terbaru)

Diperbarui 23 Oktober 2026 · Pangan Indonesia

Harga bawang putih rata-rata nasional Rp38.250 per kg pada 23 Oktober 2026 — turun 4,0% dibanding sepekan lalu (16 Oktober 2026), dan turun 0,4% dibanding sebulan lalu (23 September 2026). Angka ini kami tarik langsung dari pantauan PIHPS Bank Indonesia di pasar tradisional, dan diperbarui setiap hari.

Data Harga Terkini

KeteranganHargaCatatan
Harga rata-rata nasionalRp38.250/kg23 Oktober 2026
Sepekan lalu (16 Oktober 2026)Rp39.850/kgturun 4,0%
Sebulan lalu (23 September 2026)Rp38.400/kgturun 0,4%
Termurah: Kepulauan RiauRp29.250/kgprovinsi
Termurah: Jawa TimurRp30.000/kgprovinsi
Termahal: Maluku UtaraRp56.250/kgprovinsi
Termahal: PapuaRp54.500/kgprovinsi

Sumber: PIHPS Bank Indonesia (pasar tradisional), 23 Oktober 2026. Pantauan kami mencakup 34 provinsi, 109 kota/kabupaten, dan 205 pasar.

Berapa Arti Rp38.250 per kg Buat Kamu yang Jualan?

Harga bawang putih nasional Rp38.250 per kg, turun -4.0% dari sepekan lalu Rp39.850 per kg. Ini bukan kabar besar, tapi langsung mengubah cara kamu ngatur kulakan.

Kalau modal kulakan kamu masih tinggi, hati-hati: harga jual mungkin tertekan. Cek dulu apakah pembeli masih mau bayar di level sekarang tanpa bikin margin jebol.

Kenapa Harga Bawang Putih Bisa Bergerak?

Pergerakannya mengikuti pasokan, cuaca, ongkos angkut, jalur distribusi, dan kebijakan. Kalau biaya masuk naik, harga kulakan bisa lebih berat meski pasar lokal tampak sepi.

Bagi kamu yang jualan, dengar sinyal dari angka: selisih sepekan turun -4.0%, selisih sebulan hanya -0.4%. Artinya pasar sedang menyesuaikan, bukan jaminan arah berikutnya.

Kapan Kulakan Saat Harga Bergerak?

Pakai Rp38.250 per kg sebagai patokan. Kalau harga di kota kamu lebih rendah dari angka itu, kulakan boleh dilakukan sekarang.

Kalau harga di kota kamu lebih tinggi, tahan dulu. Cari daerah lain atau hitung ulang modal agar tidak menumpuk stok dengan harga berat.

Di Mana Cari Stok Paling Murah?

Sebagai acuan, Kepulauan Riau Rp29.250 per kg dan Jawa Timur Rp30.000 per kg termasuk provinsi termurah. Kalau ada jalur aman, ini bisa dipertimbangkan.

Kalau kamu dekat Maluku Utara Rp56.250 per kg atau Papua Rp54.500 per kg, ongkos lokal bisa menekan margin. Jangan paksakan kulakan jauh tanpa hitung.

Bagaimana Menjaga Untung Tanpa Kejar Harga?

Pantau Rp38.250 per kg dan bandingkan dengan harga kulakan kamu. Jangan potong harga terlalu dalam hanya untuk memindahkan barang; margin tetap harus hidup.

Bawang putih cepat rusak kalau stok menumpuk. Jaga perputaran, ambil untung wajar, dan jangan ambil stok besar hanya karena selisih harga di luar daerah.

Buat Pedagang: Cek Dulu Sebelum Kulakan

Harga gerak tiap hari dan beda tiap daerah — selisih sedikit bisa jadi untung-rugi buat yang jualan. Cek harga bawang putih hari ini per provinsi: kalau di daerahmu di bawah rata-rata nasional, itu sinyal kulakan. Bandingkan harga antar kota buat cari stok termurah, atau pantau pasar induk.

Pertanyaan Umum

Kapan waktu kulakan bawang putih paling pas?

Waktu terbaik adalah menjelang sore saat pasar tradisional mau tutup, karena pedagang sering kasih harga murah untuk sisa stok.

Di kota atau provinsi mana stok bawang putih termurah?

Stok termurah biasanya berasal dari sentra penghasil seperti Jawa Timur dan Sumatera Utara, harga kulakan di sana lebih kompetitif.

Gimana cara jaga margin jual bawang putih?

Hitung semua biaya kulakan dan operasional, lalu tambahkan markup yang wajar; jual dengan kemasan bersih dan kualitas terpilih.

Kenapa harga bawang putih beda antardaerah?

Karena biaya transport, perbedaan pasokan lokal, dan biaya perantara; daerah jauh dari sentra produksi biasanya harga lebih tinggi.

Apa tanda-tanda harga bawang putih mau naik atau turun?

Tandanya: musim panen atau gagal panen, fluktuasi impor, dan lonjakan permintaan pasar atau hari besar keagamaan.

Cara pantau harga bawang putih harian gimana?

Pantau via grup pedagang, aplikasi harga sembako pemerintah, atau cek langsung ke pasar grosir; harga hari ini contohnya Rp38.250 per kilo.

Sumber: PIHPS Bank Indonesia. Angka rata-rata pasar tradisional, biasanya H-1; harga lapangan dapat berbeda.
Bagikan halaman ini: