Segarkan: Cabai Merah (data + berita terbaru)

Diperbarui 23 Oktober 2026 · Pangan Indonesia

Harga cabai merah rata-rata nasional Rp82.800 per kg pada 12 Oktober 2026 — naik 15,6% dibanding sepekan lalu (5 Oktober 2026), dan naik 36,4% dibanding sebulan lalu (11 September 2026). Angka ini kami tarik langsung dari pantauan PIHPS Bank Indonesia di pasar tradisional, dan diperbarui setiap hari.

Data Harga Terkini

KeteranganHargaCatatan
Harga rata-rata nasionalRp82.800/kg12 Oktober 2026
Sepekan lalu (5 Oktober 2026)Rp71.600/kgnaik 15,6%
Sebulan lalu (11 September 2026)Rp60.700/kgnaik 36,4%
Termurah: Jawa TimurRp45.000/kgprovinsi
Termurah: Nusa Tenggara BaratRp47.500/kgprovinsi
Termahal: Kalimantan BaratRp137.300/kgprovinsi
Termahal: Sulawesi UtaraRp130.000/kgprovinsi

Sumber: PIHPS Bank Indonesia (pasar tradisional), 12 Oktober 2026. Pantauan kami mencakup 34 provinsi, 110 kota/kabupaten, dan 208 pasar.

**Kenapa Harga Cabai Merah Sekarang Rp82.800 per Kg? Apa Artinya Buat Kamu yang Jualan?**

Artinya modal kulakan kamu langsung ngos-ngosan. Kalo pekan lalu modal Rp71.600 per kg, sekarang sudah naik. Untuk untung, kamu harus jual lebih mahal lagi, tapi langganan bisa komplain atau beli dikit.

Kenapa Harganya Bergerak Cepat?

Harga cabai itu sensitif. Pas panen berkurang karena cuaca, stok di tingkat petani langsung menipis. Akibatnya, harga di tingkat grosir langsung naik.

Ongkos kirim dari sentra produksi juga tambah mahal. Belum lagi kalau ada kendala distribusi atau permintaan pasar lagi tinggi. Semua faktor itu bikin harga kulakan loncat.

Kapan Saat yang Pas Buat Kulakan?

Lihat harga di kotamu hari ini. Bandingkan dengan harga nasional yang Rp82.800 per kg itu.

Kalo harga di kotamu masih jauh di bawah angka nasional, itu sinyal untuk kulakan sekarang sebelum ikut naik. Tapi kalo harganya di kotamu sudah di atas rata-rata nasional, hati-hati, tahan dulu atau cari sumber lain.

Di Mana Stok Termurah Buat Kulakan?

Buat kamu yang punya akses kirim antardaerah, lihat provinsi termurah. Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat harganya jauh di bawah nasional.

Itu bisa jadi peluang kulakan langsung dari sana atau cari supplier yang ambil dari daerah itu. Ongkos kirim perlu dihitung, tapi harga pokoknya lebih rendah.

Bagaimana Cara Jaga Margin?

Pertama, pantau harga harian. Jangan sampai kamu jual dengan harga kulakan kemarin yang sudah naik hari ini. Kedua, jangan over-stok. Cabai cepat busuk, rugi kalo tidak laku. Terakhir, hitung modal plus ongkas, ambil untung wajar. Jangan serakah, tapi jangan sampai rugi.

Buat Pedagang: Cek Dulu Sebelum Kulakan

Harga gerak tiap hari dan beda tiap daerah — selisih sedikit bisa jadi untung-rugi buat yang jualan. Cek harga cabai merah hari ini per provinsi: kalau di daerahmu di bawah rata-rata nasional, itu sinyal kulakan. Bandingkan harga antar kota buat cari stok termurah, atau pantau pasar induk.

Sumber Pemberitaan

Pemberitaan media nasional yang kami rujuk untuk konteks di atas (tautan via Google Berita):

Pertanyaan Umum

Kapan waktu kulakan cabai merah yang paling tepat?

Pagi hari di pasar induk, karena stok masih segar dan harga belum banyak berubah. Hindari akhir pekan atau sebelum hari besar.

Kota atau provinsi mana yang biasanya punya stok cabai termurah?

Pasokan dari sentra produksi seperti Brebes, Garut, atau Sumatera Utara seringkali lebih murah, namun perlu hitung biaya transportnya.

Bagaimana cara menjaga margin keuntungan jual cabai merah?

Beli saat harga turun dan simpan dengan benar, jual parsial untuk rata-ratakan risiko, serta tambahkan nilai jual seperti kemasan rapi.

Mengapa harga cabai merah bisa berbeda jauh antar daerah?

Perbedaan dipengaruhi biaya transport, ketersediaan stok lokal, permintaan pasar, dan adanya rantai distribusi yang panjang.

Apa tanda-tanda harga cabai merah mau naik atau turun?

Waspada jika ada cuaca ekstrem di sentra produksi, hari besar keagamaan mendekat, atau ada laporan gagal panen dari petani.

Bagaimana cara praktis memantau harga cabai merah harian?

Pantau grup WhatsApp pedagang, cek situs harga pangan pemerintah, dan langsung tanya ke supplier atau tengkulak di pasar induk.

Sumber: PIHPS Bank Indonesia. Angka rata-rata pasar tradisional, biasanya H-1; harga lapangan dapat berbeda.
Bagikan halaman ini: